Kalau di Indonesia mungkin rasanya biasa aja ya kalau kita mau bepergian dengan taxi. Kita bisa tinggal melambaikan tangan di jalan, dan dengan sigap taxi akan datang. Pak supir bagaikan burung yang sedang membidik mangsanya, dengan sigap dia menghampiri calon penumpangnya. Terlebih di jaman yang serba modern seperti sekarang, dengan smaprtphone dan pulsa ditangan, tinggal telfon atau pencet-pencet menu dari aplikasi handphone yang tersedia. Tanpa perlu panas-panasan, taxi akan datang ke tempat yang diminta.

Tepatnya kemarin, saya kaget oleh pertanyaan dari seorang teman saya, โ€œKata #T, kamu ahli memanggil taxi ya?โ€ Saya kurang mengerti apa maksud dia, sambil berpikir keras sejak kapan saya menjalin hubungan dengan supir taxi di Jepang?

Saat ini, di kantor saya ada dua mahasiswa Stanford (sebut saja dia #T dan #K, nama disamarkan) yang sedang melakukan internship di kantor saya. Mereka yang memang hanya bermaksud tinggal selama dua bulan di Tokyo tentu tidak punya basic skill Bahasa Jepang seperti saya (haha wajarlah yaa saya kan udah dua tahun disini :p) Saya sendiri tidak pernah naik taxi karena yang jelas mahalnya bisa lebih dari uang makan saya satu hari, juga karena macet jadi waktu sampainya tidak akan lebih cepat dari kereta.

Minggu lalu, #T bertanya, โ€œI need your help, please. I want to ride taxi here but I donโ€™t know what to say.โ€ Saya mulai memanggil ingatan saya saat pertama kali datang ke Jepang membawa dua koper raksasa berisi full of indomie. Hehe. Beruntung saya dibekali oleh sepucuk surat, surat untuk sang supir agar tidak menculik saya, yang akan membawa saya ke tempat yang calon apartemen saya. Saat pertama kali saya datang, saya pikir saya akan dijemput dan disambut dengan baliho โ€œSelamat Datangโ€ namun orang yang pertama berinteraksi dengan saya justru Bapak Supir Taxi.

โ€œAnak ini adalah salah satu rekan kerja saya, tolong kirim dia ke alamat yang ada di bawah ini. Jangan khawatir uangnya akan saya bayar nanti.โ€

Begitulah kira-kira yang tertulis. Tentu dalam bahasa jepang dengan kanji yang keriting itu. Teringat akan surat itu, kemudian saya menyarankan #T untuk memakai cara yang sama. Jadi saya buatkan #T sepucuk surat yang sama. Berharap hari terakhir dia di Jepang tidak harus bertambah rumit akibat nyasar ke tempat entah berantah. Dan kabar terakhir yang saya terima, dia sekarang sudah kembali ke kampusnya dengan selamat. Alhamdulillah. Setelah diberi label sebagai ahli pemanggil taxi, kini giliran #K yang meminta saya buatkan surat. Baiklah, demi keselamatan mereka, saya rela dipanggil ahli taxi. Akhirnya saya membuatkan surat yang sama untuk mereka, dan mengingatkan mereka untuk cukup memberikannya kepada sang supir, dan duduk manis sampai tujuan.

Masalah per-taxi an ini akan semakin kompleks jika kamu, tidak bisa berbahasa Jepang, dan/atau tidak tinggal di pusat kota. Bagi #T dan #K masalah mereka hanya sampai ke begian pertama, sedangkan bagi mereka yang tidak tinggal di pusat kota mereka harus memesan taxi by phone karena memang tidak ada taxi yang ber-sliweran (lewat) di daerah tersebut. Punya surat cinta pun gak akan membantu.

Beberapa hari yang lalu, kebetulan sekali dari sebuah grup ada yang membagikan catatan memesan taxi di Jepang. Saya rasa ini juga akan berguna untuk saya nantinya. Untuk catatan pribadi saya, juga untuk latihan bahasa Jepang, saya lampirkan text yang harus diucapkan jika ingin memesan taxi di bawah ini.

Hari saya akhir-akhir ini dipenuhi oleh obrolan tentang taxi, dan beginilah cerita saya.

P.S: Dari Shinjuku sampai Shin-Nakano (rumah saya) kalau jalan itu Cuma 30 menit, kalau naik kereta Cuma 10 menit dan cukup bayar 160 yen, makan siang saya setiap hari Cuma 700 yen, tapi kalau sekali naik taxi bisa 2500 yen!! -___-

 


๐Ÿš– How to Call a Taxi

Once you have the taxi number, dial it and when someone answers, say (in Japanese):

ใŠ่ฟŽใˆใซๆฅใฆใ‚‚ใ‚‰ใˆใพใ™ใ‹ใ€‚

ใŠใ‚€ใ‹ใˆใซใใฆใ‚‚ใ‚‰ใˆใพใ™ใ‹ใ€‚

Omukae ni kite moraemasu ka?

Could you come pick me up?

 

They should say yes and ask for your address, which might sound something like:

ไฝๆ‰€ใฏใฉใ“ใงใ™ใ‹ใ€‚

ใ˜ใ‚…ใ†ใ—ใ‚‡ใฏใฉใ“ใงใ™ใ‹ใ€‚

Juusho wa doko desu ka?

What is your address or from where do you want to get picked up?

Tell them your address in Japanese (or the address of where you’re at, or a significant place in the area).

 

In response, they should say something along the lines of OK and then most likely:

ไปŠใ‹ใ‚‰ใŠ่ฟŽใˆใซๆฅใพใ™ใ€‚

ใ„ใพใ‹ใ‚‰ใŠใ‚€ใ‹ใˆใซใใพใ™ใ€‚

Ima kara omukae ni kimasu.

I’m on my way to get you.

They might give you a time estimate as to when they will arrive.

That’s it. The conversation might vary slightly, but you can also say that you don’t understand Japanese or don’t speak it well, or to repeat something if necessary.

 

๐Ÿš– How to Get Where You’re Going

Once you’re in the taxi, the driver might ask “ใฉใกใ‚‰ใธ๏ผŸ” (dochira e?) or

“ใฉใกใ‚‰ใธใ„ใใพใ™ใ‹?” (dochira e ikimasu ka?)

Tell them (or show them) where you want to go. You can say the name plus “ใŠใญใŒใ„ใ—ใพใ™” (onegaishimasu).

If you show them an address, you can say “ใ“ใ“ใธ่กŒใฃใฆใใ ใ•ใ„” (koko e itte kudasai).

 

If the place isn’t well-known, they might ask for nearby landmarks or you might need to give some simple directions after they find the neighborhood or general location. Some of the Japanese phrases below might help:

Turn right here, please.

ใ“ใ“ใงๅณใซๆ›ฒใŒใฃใฆไธ‹ใ—ใ€‚

ใ“ใ“ใงใฟใŽใซใพใŒใฃใฆใใ ใ•ใ„ใ€‚

Koko de migi ni magatte kudasai.

 

Turn left here, please.

ใ“ใ“ใงๅทฆใซๆ›ฒใŒใฃใฆใใ•ใ„ใ€‚

ใ“ใ“ใงใฒใ ใ‚ŠใซใพใŒใฃใฆใใ ใ•ใ„ใ€‚

Koko de hidari ni magatte kudasai.

 

Go straight, please.

็œŸใฃใ™ใ่กŒใฃใฆใใ ใ•ใ„ใ€‚

ใพใฃใ™ใใ„ใฃใฆใใ ใ•ใ„ใ€‚

Massugu itte kudasai.

 

It’s next to _______.

_______ใฎ้šฃใซใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚

_______ใฎใจใชใ‚Šใซใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚

_______no tonari ni arimasu.

 

Example:

 

ไบค็•ชใฎ้šฃใซใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚

ใ“ใ†ใฐใ‚“ใฎใจใชใ‚Šใซใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚

Kouban no tonari ni arimasu.

It’s next to the police station.

 

It’s across from _______.

_______ใฎๅ‘ใ‹ใ„ใซใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚

_______ใฎใ‚€ใ‹ใ„ใซใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚

_______ no mukai ni arimasu.

 

It’s near _______.

_______ใฎ่ฟ‘ใใซใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚

_______ใฎใกใ‹ใใซใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚

_______no chikaku ni arimasu.

 

Here is fine.

ใ“ใ“ใงใ„ใ„ใงใ™

Koko de ii desu.

 

And now, despite the expensive fares, you should be able to get where you’re going or do what you need to do.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s